Langsung ke konten utama

The Future of Higher Education in the Age of Disruption

[APPLAUSE] So when MIT decided to commit to creating the MIT Stephen A. Schwarzman College of Computing, it was clear to us that this was what we needed to do. What was less clear to us was exactly how we should do it. In a somewhat uncharacteristic fashion for an academic institution, we basically decided that we should simply declare our intentions to establish this college, then set about the business of creating the college together as a community. In that context, it seemed entirely appropriate that we convene an event like this to discuss how to teach computer science, not only amongst ourselves, but with experts and friends from other institutions. We also recently created five working groups that are contemplating various aspects of the College. Many of the members of those working groups are here to listen and learn today. And I'm confident that what we learn today will, indeed, shape our framing of the College. I want to thank the organizers for this event, in particula…

Makar, Antara Politik Dan Khilafah

*copas = cantumkan sumber .
if u don't want someone to copy your content ,


so don't copy others and make it yours .
show your respect*

"Musuh terbesar umat Islam bukanlah mereka yang beragama Yahudi dan Nasrani,
tetapi kebodohan pada umat ini sendiri"
-Ali Bin Abu Thalib-


Presiden dilawan. Kapolda dilawan. Bank Indonesia dilawan. Kebhinekaan dilawan. Rakyat di takut"i dengan kebangkitan PKI & Cina"an. Ditambah lagi, kemaren banyak MAHAsiswa demo karna harga cabe naik & request presiden turun tahta. Fix, makin kesini kayaknya bukan hanya soal Agama. Tapi mulai keliatan ada beberapa kelompok yg emang mau makar, "kelompok 1" ada kepentingan politik "kelompok 2" mau mengganti Pancasila dengan Khilafah (negara Islam). Lalu, seberapa mantapkah Khilafah itu, gengs?

Btw di Indonesia ini, secara politik Khilafah itu udah gak ada legitimasinya. PPKI sudah memutuskan bahwa RI negara yg berdiri di atas semua agama. Lewat Konstituante pun dulu kekuatan pro negara Islam gak dapat dukungan memadai.

Founding Father bangsa ini di BPUPKI & PPKI berpikir untuk bangun negara republik berbasis kebangsaan, mereka gak minat bangun sebuah negara Khilafah yg berskala global. Padahal, di antara mereka itu ada orang" Fakih semacam KH. Wahid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, bahkan Kasman Singodimejo.

Kenapa mereka gak tertarik bangun negara Khilafah? Karena mereka memandang bahwa gagasan Khilafah itu gagasan usang, gak perlu dibangkitkan, mereka ambil pelajaran bahwa format imperium atau kerajaan bukan lagi sesuatu yg cocok untuk masa depan dalam jangka panjang (FYI, masa persiapan kemerdekaan kita waktu itu gak berjarak lama ama keruntuhan Turki Utsmani).

Dan faktanya, akhir" ini yg paling gencar mau mendirikan negara Khilafah itu ya ISIS, kelompok radikal pengikut aliran sesat Wahabi, bunuh sana gorok sini. Mereka berpandangan, pemerintahan Turki Utsmani yg runtuh di tahun 1924 itu adalah Kekhalifahan, padahal jelas" itu Kerajaan. Kalopun Turki Utsmani itu Khilafah, justru itu bukti kalau Khilafah itu juga rapuh. Ini khayalan mereka aja, nyatanya mereka banyak membunuh & kejahatan yg gak sesuai ama ajaran Islam. Jadi, agama apa yg dianut ama kelompok "Khilafah" semacam ISIS ini? Dan juga disini ya konyol lah, kalo ada yg ngotot mau membangkitkan kembali sistem yg bisa dibilang gagal & semua udah punah.

Liat negara" Islam sepanjang abad 20 - 21 ini. Pakistan, Malaysia, Bangladesh, Arab Saudi, dan negara" kerajaan Islam di teluk. Mau menuruti mereka juga? Tapi Arab Saudi & negara" teluk lainnya, masih tertinggal di soal pendidikan. Pakistan & Bangladesh, dalam hal ekonomi masih di bawah kita. Malaysia, gak beda jauh sama kita. Malah kalian tau sendiri kekerasan di Pakistan itu gimana atas nama Kehormatan & Agama, penggal kepala anak sendiri itu udah jadi hal biasa. Bener" contoh rakyat yg udah mabok Agama.

Mending contoh Nabi Muhammad SAW, selama di Madinah pakai sistem Pemerintahan Konfederasi, kepala" suku tetap berkuasa (Arab, Yahudi, dll) dalam komunitas sukunya & menentukan sistem administrasi yg dikehendaki baik dalam memilih / menentukan kebijakan. Nabi gak pernah ikut campur urusan internal tiap suku, yg jadi perhatian cuma bagaimana setiap kepala suku bisa mewujudkan masyarakat yg Islami, saling menghormati hak" asasi manusia, dan perlindungan untuk kaum dhuafa. Posisi nabi waktu itu bukan Khalifah, tapi guru (Muallim) kepada semua kepala" suku termasuk untuk suku" dari agama lain.

Waktu Abu Bakar Assiddiq sampai Ali Bin Abi Tholib jadi Khalifah pun tetap ikutin gaya Rasulullah dalam hal kekuasaan. Mereka menunjuk gubernur" di setiap wilayah untuk ngatur urusan dalam wilayah tersebut. Lah, sama kayak Indonesia sekarang dong? Yap, that's the point. Sistem yg dijalankan Khulafaurrasyidin ini sama dengan sistem yg dijalankan di sejumlah negara di dunia ini, termasuk Indonesia. Gak ada yg bedain sistem Khilafah & non-Khilafah itu, pembedanya cuma substansi aja, tapi metode sama.

Trus kalau faham Demokrasi dikatain sistem kafir & haram, inget loh bahwa terpilihnya Sayyidina Umar bin Khatab, Sayyidina Utsman bin Affan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, mereka diangkat menjadi Khalifah melalui pilihan yg Demokratis kok. Apa Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali yang menyetujui adanya pilihan Demokratis ini juga kafir? Naudjubillah. Hati" kena warisan dari hasutan kaum Khawarij yg udah kafirkan Utsman, Ali, Abu Musa, dll yg akhirnya membunuh Sahabat Ali RA. Mereka ini kaum yg gampang mengkafirkan orang yg gak sefaham, bahkan ke yg saudara seiman. Kamu termasuk gak?

Website" Islam (radikal) di blokir pemerintah, geram. Akun" Socmed penebar kebencian di blokir, terguncyang. Katanya, ini penindasan terhadap kaum Muslim. Duh, kamu itu jangan mewek soal demokrasi kalo faham-mu itu Khilafah. Demokrasi itu mengutamakan kepentingan umum yg lebih besar, Khilafah itu kepentingan golongan. Masa iya berita" HOAX & penebar kebencian dibiarkan? Mau jadi apa negara "Khilafah-mu" kelak kalo hobinya nebar kebencian?

Di luaran sana, kaum Kafir sibuk cari planet pengganti Bumi yang makin rusak ini, dan kamu masih sibuk ketik angka 1 & katakan Amin di berita HOAX dengan iming" masuk surga. Disaat Kafir" di luaran sana banyak bikin penemuan baru di era digital ini, kamu masih stuck dengan pemikiran kebangkitan PKI & Cina menguasai dunia. Giliran mereka menguasai perekonomian, meraih nobel, menemukan ini itu, kamu langsung parno sendiri & makin gencar jadi bala tentara syariah di sosial media. Kalau orang kafir bisa unggul dalam segala hal (kamu juga bisa, kamu cuma gak mau), gimana bisa orang kafir mau bersimpati denganmu? Analoginya, gak ada orang cerdas mau ikutin orang buta.

Republik Indonesia, bukan cuma milik umat Islam. Ratusan tahun semua hidup berdampingan disini, perjuangan kemerdekaan juga dilakukan bersama. Mungkin yang sekarang ulama" enak ceramah dimana" dapet honor ratusan juta, kemana-mana pake mobil mewah sekelas Pajero, atau kamu nongki" di Burger King & Starbucks, kamu gak tau zaman dulu yg ngelawan penjajah juga orang" Cina & Kafir itu ikutan bersatu dengan Islam.

Intinya, pemikiran Khilafah itu gak berdasar, mereka hanya orang" anti kafir yg dianggap biang keonaran dunia. Satu-satunya cara melawan, ya umat Islam seluruh dunia bersatu mendirikan Khilafah melawan kafir. Tapi ya itu, pemahaman kayak gitu gak berdasar, andaikan juga sekarang bisa berdiri siapa Khalifahnya? Arab Saudi aja gak bisa, lha ini negara yg masih doyan sebar berita HOAX & nebar kebencian kok mau bikin Khilafah. Islam-kan dirimu dengan doktrin Nabi Muhammad SAW, bukan doktrin pemimpin ormas/partai-mu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Islam, Kristen, Yahudi = Satu Keturunan ?

*copas = cantumkan sumber . if u don't want someone to copy your content ,


so don't copy others and make it yours . show your respect*
(Images: USAonRace)
ini mau bagi" ilmu aja nih , gak ada maksud apa" .. jadi gue mau membandingkan 3 Agama Samawi yaitu Yahudi , Islam , & Kristen . eits sabar dulu , "membandingkan" disini maksudnya membandingkan soal konsep Ketuhanan , kitab suci , dsb .. bukan membandingkan mana yg bener mana yg salah , kalo bahas begituan gak akan selese" sampe kiamat juga . kalo ada salah penjelasan mohon koreksinya ya , ini tak ambil dari berbagai sumber .. kadang 1 sumber ama yg lainnya agak sedikit ada bedanya gitu .

jadi mungkin pertanyaan awal ,"apa sih Agama Samawi itu?" . agama samawi bisa disebut juga agama Abrahamik .. yaitu : "setiap agama yg muncul dari suatu tradisi semit kuno bersama & yg ditelusuri oleh para pemeluknya kepada Abraham (dalam Kristen) , atau Avraham (dalam Yahudi) , atau Ibrahim (dala…

The Future of Higher Education in the Age of Disruption

[APPLAUSE] So when MIT decided to commit to creating the MIT Stephen A. Schwarzman College of Computing, it was clear to us that this was what we needed to do. What was less clear to us was exactly how we should do it. In a somewhat uncharacteristic fashion for an academic institution, we basically decided that we should simply declare our intentions to establish this college, then set about the business of creating the college together as a community. In that context, it seemed entirely appropriate that we convene an event like this to discuss how to teach computer science, not only amongst ourselves, but with experts and friends from other institutions. We also recently created five working groups that are contemplating various aspects of the College. Many of the members of those working groups are here to listen and learn today. And I'm confident that what we learn today will, indeed, shape our framing of the College. I want to thank the organizers for this event, in particula…

History of Technology Documentary

Many social theories are created by a number of sociologists and anthropologists. These theories deal with social and cultural revolution. Many of them consider technological progress as a primary factor to drive human civilization developments. Morgan divides social evolution in three stages including savagery, barbarism and civilization. These stages can be divided using technological milestones. Fire is a great example of such technological milestone. White suggested that energy is a great measure to judge the human Cultural Revolution. White strongly believed that harnessing the control  over energy is the primary function of culture. According to him, there are five main stages in the process of human development: Own muscles of humans are used as energy source Domesticated animals serve the energy In third stage, energy is derived from plants (agricultural revolution) Natural resources such as coal, oil, gas are optimized for energy In final stage, nuclear energy is harnessed T…