Langsung ke konten utama

The Future of Higher Education in the Age of Disruption

[APPLAUSE] So when MIT decided to commit to creating the MIT Stephen A. Schwarzman College of Computing, it was clear to us that this was what we needed to do. What was less clear to us was exactly how we should do it. In a somewhat uncharacteristic fashion for an academic institution, we basically decided that we should simply declare our intentions to establish this college, then set about the business of creating the college together as a community. In that context, it seemed entirely appropriate that we convene an event like this to discuss how to teach computer science, not only amongst ourselves, but with experts and friends from other institutions. We also recently created five working groups that are contemplating various aspects of the College. Many of the members of those working groups are here to listen and learn today. And I'm confident that what we learn today will, indeed, shape our framing of the College. I want to thank the organizers for this event, in particula…

Ahok, Lu Itu Orang Yang Ceroboh

*copas = cantumkan sumber .
if u don't want someone to copy your content ,


so don't copy others and make it yours .
show your respect*

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"
[QS. Al-Maidah: 8]


Pak Ahok, kayaknya belum umurnya nih kita ketemu. Padahal, saya niat mau kasih gambar sharpie Bapak yg udah saya bikin sekitar sebulan lalu. Dan niatnya mau kasih di Balai Kota pak, tapi belum ada waktu kesana, hampir lupa, dan sekarang apalah daya Bapak udah gak ada di Balai Kota lagi, gak bisa nerima keluh kesah masyarakat lagi.

Nah, disini Bapak jangan geer dulu, saya ini bukan penggemar Bapak. Selama ini saya netral pak, walau kadangkala agak condong ke Bapak juga. Kenapa? Simple pak, sebagai orang yg punya otak & sehat jasmani rohani, saya gak bisa diem kalo ada orang baik tapi di dzolimi dengan cara yg gak masuk akal demi tujuan" tertentu.

Pak Tito juga pernah pesan "Silent Majority jangan diam saja, bantu TNI POLRI membasmi ormas-ormas intoleran bersama". Saya jadi inget pak, Ahmed Rashid, penulis buku "Taliban" yg nyebut kaum fanatik itu bisa  merebut kekuasaan dari jasa kaum" intelektual yg memilih diam, netral, abu". Ini fatal, pak. Karena disaat Taliban menang, yg pertama mereka habisi ya kaum" intelektual yg milih diam ini, karena dianggap sebagai ancaman utama dalam pergerakan mereka.

Jadi kalau saya diem aja ama kebencian & kekerasan di sekitar, berarti sama aja saya (dan kita) sedang membuka jalan untuk "Talibanisasi" di Indonesia. Di diamkan, di tolerir, di hormati, merasa superior, akhirnya kebablasan. Nah sekarang di negeri kita lagi ada ideologi yg sama dengan Taliban itu tuh pak, saya takutnya kita semua udah terlambat untuk hentikan arus Talibanisasi ini.

Banyak agenda hitam di negeri ini yg mulai keliatan boroknya ya pak? Ngeri? Sama, saya juga ngeri" sedap kalau ngebayangin. Lu & orang" baik lainnya pasti tau soal agenda" gini pak, dan kalian coba dibungkam satu persatu lewat isu Anti-China, Penistaan Agama, Pemerintahan Kafir, Kebangkitan PKI, Khilafah, Mia Khalifa, dll. Ngeri ya pak, mereka yg parno dengan hal" ini gak sadar lagi kena Proxy War yg memang mau memecah belah bangsa ini. Apalagi isu China vs Pribumi, ini kan propaganda Belanda jaman penjajahan dulu, Belanda gak mau campur tangan & akhirnya membuat sayembara kepada pribumi untuk 1 kepala orang Tionghoa bakal dihargain mahal.

Dan akhirnya, jadilah pembantaian. Begitu juga yg lagi terjadi di negeri ini sekarang, berbagai isu propaganda jaman dulu kembali dibangkitkan. Apalagi, "Keluarga Orba" mulai eksis lagi nih pak, dan pakde "gimana, enak jamanku tho?" kembali di agung"kan sebagai pemerintahan yg tegas, dsb dst.

Saya ini bukan penggemar lu pak, tapi saya bersimpati untuk lu & pemerintahan yg sekarang ini. Kalo gak percaya, cek tulisan lama saya tentang Pilpres yg lalu, saya pro Prabowo loh, udah kayak buzzer gratisan saya pak. Setelah pemerintahan sekarang udah terpilih, ya harus dibantu, support, dan dukung, move on. Ahirnya saya gitu, mendukung pak Jokowi untuk memajukan Indonesia, dan lu memajukan Jakarta. Kinerja lu pada bagus, Indonesia & Jakarta belum amat sangat baik tapi juga gak buruk" banget. Intinya baik.

Nah, sampai akhirnya masih banyak gerombolan gagal move on yg kinerja kalian sebaik apapun pasti dicela. Salah satu kesuksesan mereka, sebar berita HOAX. Bikin web abal" & artikel provokasi atau gak main inspect element, ganti judul. screenshot, captionnya "ASTAGFIRULLOH, BETAPA KAFIRNYA PEMERINTAHAN SAAT INI, YANG SATU CINA YANG SATU ANAK PKI. SHARE & LIKE KALAU AKHI & UKHTI MASIH PEDULI DENGAN ISLAM!!! KHILAFAH ADALAH SOLUSI!!!," (ini contoh, ojo baper) dsb dst. Dah, kelar idup lu pak kalo ada 10 orang gitu. Dari 10 orang gitu aja pak, 1 orang yg share post-nya bisa ampe ribuan! The power of social media.

pict: Jembermu.com

Untuk ke-3 kalinya saya bilang pak, saya bukan penggemar Bapak. Ya itu, saya ini hanya bersimpati untuk orang" baik di negeri ini. Dan parahnya, dengan saya kayak gini aja pasti udah ada yg cap saya kafir karena ngebela Bapak. Padahal, saya itu bukan ngebela Ahok, saya ngebela orang baik. Bodo amat ama lu pak. Saya ini kalo ngebela Bapak udah pasti "mereka" jamin saya 101% masuk neraka, di akhirat nanti jadi begini begitu.

Ngeri ya pak, mereka udah menghakimi sebelum Allah Sang Maha Adil yg paling berhak untuk menghakimi. Saya ini bukannya gak takut dosa, tapi muak aja pak dengan orang" sok suci & sok bener yg kerjanya cuma menghakimi orang lain dengan kofar kafir, serasa manusia yang paling suci di alam semesta, Marvel, DC, atau Disney.

Padahal ya pak, mereka yg suka teriak" kafir itu ya memang punya pemikiran bahwa "saya lebih baik, lebih bener, lebih suci, masuk surga". Nah masalahnya, mereka tau gak sih amal ibadah mereka selama ini semua diterima Allah apa enggak, dan si kafir itu bisa dapat hidayah & ampunan dari Allah? Gak tau pak, mereka terlalu sibuk nyari tanggal cantik untuk demo daripada mikirin & belajar hal" apa saja yg mengugurkan pahala. Kalau soal panggilan kafir sih, pembelaan mereka "kafir itu sebutan orang Islam untuk non-Islam, jangan baperan!".

Nah, sebutan orang Kristen & Katolik untuk non itu "domba yg tersesat" ya pak? Bisa bayangin kalo mereka manggil orang" Islam ini "domba", "woy domba, lu tersesat mulu", dll, wah bakal perang antara kafir vs domba. Mereka mah gitu pak, gak mau jaga perasaan orang lain tapi perasaannya harus selalu dijaga. Mantan saya dulu pernah gitu pak, disakitin gak mau kerjanya nyakitin mulu, yaudah saya yg putusin duluan. Malemnya, dia minta balikan. Tapi saya mah gengsi pak, telfon gak saya angkat trus chat gak saya bales, matiin hp gitu. Lah ini kok malah bahas mantan saya sih pak?

Pak Ahok, kita semua tau cobaan yg lagi lu hadepin pak. Manusia itu kadang lucu ya pak. Sebaik-baiknya kita, tetap ada aja yg benci. Bahkan seburuk-buruknya kita, ada aja yg cinta. Mungkin ini ya pak, alasannya Alien sampe sekarang belum mau jajah Bumi, karena mereka merasa manusia lebih aneh daripada mereka.

pict: Geek.com

Tapi yg sabar aja ya pak untuk semua cobaannya, Tuhan itu gak pernah janji langit selalu biru, tapi dijanjikan untuk selalu menyertai. Tuhan gak pernah janji jalan selalu rata, tapi dijanjikan akan terus diberi kekuatan. Betul kan pak?

Sudahlah pak, jangan meminta lagi keadilan dari manusia, karena semua bakal sia" pak. Cukup minta keadilan kepada Tuhanmu pak, karena itu adalah keadilan Maha Adil yang hakiki. Manusia itu masih punya ego yg tinggi, susah untuk memaafkan. Cukup yakinkan ke diri sendiri aja pak, bahwa keadilan dari Tuhan itu amat sangat luas seluas alam semesta, Marvel, DC, bahkan Disney. Pak udah nonton Guardians of the Galaxy Vol.2 belom? *maaf pak suka gagal fokus*

Bapak itu sih, ceroboh pak, ceroboh banget. Baru kali ini saya liat orang se-ceroboh bapak. Bapak itu buat apa sih rela berkorban buat mereka yg tetap menghina? Buat apa tetap kerja sepenuh hati untuk Jakarta kalau akhirnya semua kerja keras bapak itu tetep gak disukai ama mereka? Harusnya dari jauh hari bapak itu stop bangun rumah layak untuk yg memang pantas hidup layak, stop gusur" kalo mereka memang mau hidup di bantaran kali yg rentan penyakit seumur hidup, stop tutup tempat prostitusi seperti kalijodo kalau memang mereka masih mau tempat begitu, stop untuk usahain lagi angkutan umum yg lebih enak daripada yg sekarang, stop urusin para koruptor" lagi pak.. Stop semuanya, cukup hok cukup!!!

Karna apa? 1000 kebaikan yg sudah Bapak tanam, itu dengan mudah dihancurkan hanya dengan 1 masalah gak masuk akal yg di salah"in. Bapak emang udah jadi target, kalo di DOTA 2 tuh bapak udah di track ama Bounty Hunter pak. Tapi Bapak dulu" susah ditumbangkan, dan pada akhirnya Bapak kena deh yg di pidato Kep.Seribu. Dengan kekuatan bulan dan editan video ala" Bugs Bunny, akhirnya mereka gak bisa bedain antara "makan sendok" dengan "makan pakai sendok" pak, sesimple itu..

Kesel gak sih pak? Lu asli gak elit banget pak kenanya. Coba lu ditangkep karna berhasil sadap jaringan FBI, keren. Lah ini, lu jadi gini cuma karna kata "pakai". Mending kejahatan besar sekalian deh klo saya jadi lu pak. Susah lah pak, karena pikiran & hati yg sudah dikuasain oleh kebencian, kena dogma & ajaran yg salah, susah sembuhnya. Sekali benci ya benci, apalagi lu kafir cina pak. Rasain lu.

Kedepannya sih, ini harapan saya pribadi sih pak, pasal 156 dan 156 (a) KUHP tentang penodaan agama ini harus dihapus atau gak dikaji ulang, soalnya takutnya nih kedepannya bakal dimanfaatkan untuk ngehukum orang yg sebenernya cuma menyampaikan pendapatnya soal agama (dijatuhkan untuk maksud tertentu). Lagian juga gak imbang nih, kemaren" ada tuh ulama yg ngehina Pecalang Bali, ngehina "Yesus lahir bidannya siapa?", tapi setau saya proses hukumnya gak jalan lagi.

Belum lagi menghina Gusdur buta matanya buta juga hatinya, jokowi pemimpin kafir, Pancasila sekarang jadi Pantat Cina, yg gitu" mah gak ada yg jalan proses hukumnya, heran saya pak. Dan lu tau lah pak itu semua perkataan siapa, jangan pura" lupa.

Lu cina kafir gini, saya sayang pak. Tapi jangan geer ya pak, saya sayang ama orang baik, bukan sayang ama Ahok. Dan tolong ya pak, sampai kapanpun janji untuk gak benci siapapun. Gak benci Indonesia, gak benci Islam. Negara kita sekarang emang lagi gini pak, semua jadi buta. Bakat & kinerja gak dihargain, yg diliat dari suku & agamanya. Jadi lu harus maklumin aja.

Mereka semua gak mewakilkan seluruh umat Islam di dunia pak. Baginda Rasulullah SAW menebar Islam dengan kebaikan, Wali Songo menyebarkan Islam dengan santun. Andai saja mereka memperlihatkan Islam yg radikal, kafir sana kafir sini seenak udel, mungkin Islam gak seberkembang sekarang ini. Islam di masa kejayaan dulu tuh pak yg dibahas ya: teknologi, tata bahasa, sastra, linguistik, filsafat, seni, kaligrafi, fisika, spiritualis, observatorium, tasawuf, aljabar, kimia, logika, metafisika, kedokteran, sejarah, astronomi, geometri, biografi, antologi, hermeneutika, dll. Nah sekarang, kebanyakan sih yg dibahas: anti yahudi, antikristen, antichina, kafir, rebutan kekuasaan, mendirikan khilafah. Bahkan bentuk Bumi aja masih diperdebatkan pak, disaat negara" lain sudah berlomba" untuk pergi ke Bulan.

Yaudah pak saya mau main DOTA 2 dulu, akhir kata ya terimakasih sudah menjadi suri tauladan yg baik untuk masyarakat ya pak, bersama pak Djarot juga. Seenggaknya lu itu berani meminta maaf, berani datang menghadapi setiap panggilan, gak pernah mangkir sidang, gak pernah telat hadir di sidang, jujur dan apa adanya, gak pernah hilangkan barang bukti, gak lari ke Arab atau lari dari kenyataan, dan di samping itu juga lu masih tetap bekerja untuk Jakarta. Itu yg bikin saya makin respect banget pak, bapak itu baiiiiiiik banget. Canda deh pak, nyenengin lu doang.

Terimakasih untuk loyalitas yg lu dan pak Djarot dedikasikan untuk bangsa dan negara terlebih lagi untuk DKI Jakarta ya pak, karena angka 42% yg kemarin memilih Bapak itu, memang benar-benar orang yg mencintai kerja Bapak, bukan melihat dari apa Agama & Ras Bapak. Pokoknya semua tokoh Marvel, DC, Disney, mendukung Bapak & orang" baik lainnya.

Oh iya pak, habis keluar dari penjara nanti yaudah gak usah sibuk lagi urusin ini itu. Urusin keluarga aja pak, jalan" sana ke luar negeri, trus nge-vlog aja. Jangan malah ngurusin Qur'an saya pak, Bapak tuh gak berhak, Bapak kan kafir. Tapi kalo ada yg ngatain Yesus bidannya siapa, lu gak usah marah pak, lu cuma minoritas, lu cukup maafin aja.

Dan emang sih, orang jahat itu ada karna orang baik diam atau dibungkam. Saya gak nyuruh orang baik untuk diam, saya hanya percaya di belakang Bapak masih banyak orang baik lainnya yg siap nerusin perjuangan lu pak. Gugur satu, tumbuh seribu. Untuk lu, cukup ampe sini aja. Lu gerak dikit, lu bakal di resein lagi.

Sekali lagi, amat sangat terima kasih Pak Ahok, you're da real MVP. In life, no matter who is loved or hated. Because the important thing is that God loves you. And thank you Sir Djarot, you're the best support. Ward jangan lupa beli, map gelap. #DOTA2

Salam,
Rovy (bukan penggemar lu pak).

Baca juga:
Makar, Antara Politik Dan Khilafah
Prahara Ahok, Al-Maidah, & MUI

"Kalau jadi religius membuatmu
mudah menghakimi orang lain, kasar,
keras & fitnah, periksalah kamu masih
menyembah Tuhan atau Iblis"
-Habib Abu Bakar bin Hasan Al Attas-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Islam, Kristen, Yahudi = Satu Keturunan ?

*copas = cantumkan sumber . if u don't want someone to copy your content ,


so don't copy others and make it yours . show your respect*
(Images: USAonRace)
ini mau bagi" ilmu aja nih , gak ada maksud apa" .. jadi gue mau membandingkan 3 Agama Samawi yaitu Yahudi , Islam , & Kristen . eits sabar dulu , "membandingkan" disini maksudnya membandingkan soal konsep Ketuhanan , kitab suci , dsb .. bukan membandingkan mana yg bener mana yg salah , kalo bahas begituan gak akan selese" sampe kiamat juga . kalo ada salah penjelasan mohon koreksinya ya , ini tak ambil dari berbagai sumber .. kadang 1 sumber ama yg lainnya agak sedikit ada bedanya gitu .

jadi mungkin pertanyaan awal ,"apa sih Agama Samawi itu?" . agama samawi bisa disebut juga agama Abrahamik .. yaitu : "setiap agama yg muncul dari suatu tradisi semit kuno bersama & yg ditelusuri oleh para pemeluknya kepada Abraham (dalam Kristen) , atau Avraham (dalam Yahudi) , atau Ibrahim (dala…

The Future of Higher Education in the Age of Disruption

[APPLAUSE] So when MIT decided to commit to creating the MIT Stephen A. Schwarzman College of Computing, it was clear to us that this was what we needed to do. What was less clear to us was exactly how we should do it. In a somewhat uncharacteristic fashion for an academic institution, we basically decided that we should simply declare our intentions to establish this college, then set about the business of creating the college together as a community. In that context, it seemed entirely appropriate that we convene an event like this to discuss how to teach computer science, not only amongst ourselves, but with experts and friends from other institutions. We also recently created five working groups that are contemplating various aspects of the College. Many of the members of those working groups are here to listen and learn today. And I'm confident that what we learn today will, indeed, shape our framing of the College. I want to thank the organizers for this event, in particula…

History of Technology Documentary

Many social theories are created by a number of sociologists and anthropologists. These theories deal with social and cultural revolution. Many of them consider technological progress as a primary factor to drive human civilization developments. Morgan divides social evolution in three stages including savagery, barbarism and civilization. These stages can be divided using technological milestones. Fire is a great example of such technological milestone. White suggested that energy is a great measure to judge the human Cultural Revolution. White strongly believed that harnessing the control  over energy is the primary function of culture. According to him, there are five main stages in the process of human development: Own muscles of humans are used as energy source Domesticated animals serve the energy In third stage, energy is derived from plants (agricultural revolution) Natural resources such as coal, oil, gas are optimized for energy In final stage, nuclear energy is harnessed T…